 Blog For Free!
Archives
Home
2007 June
2007 April
2007 February
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
My Links
MyJurnal
Sahabatku
mENCARI dIRi
Me, Myself
akhie's blog
Syabab Muslim
xletronic
Degree@BMI
Giggs
sYahJahaN
mymasjid
bicaramuslim
e-masjid
M u t i a r a K a t a
Tazkirah
Kisah Teladan 1
Kisah Teladan 2
Kisah Teladan 3
Kisah Teladan 4
Kisah Teladan 5
Kisah Teladan 6
tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images
Sponsored
Blog
Rindu Pada Mu
Tiada sehari yang berlalu
Tanpa ku mengingati Mu
Rindu pada Mu
Sentiasa mendambakan
Kasih dan sayang Mu
Semalam aku bermimpi
Dalam hujan ku berlari
Berlari mencari
Memangil-manggil nama Mu
Nama Mu yang sempurna
Kuharap dan kuberdoa
Semoga dapat bersua denganmu
Tiada kata yang dapat ku gambarkan
Perasaan yang ku alami
Cinta ku ini tiada berbelah bagi
Cinta yang suci dan abadi
Apakah aku diterima
Atau kau kan membiarkan saja
Kerana ku berdosa
Jangan biarkan ku terhina
Ku merayu pada mu
Hanya seminit diperlukan untuk mendapat sahabat baik, sejam untuk menghargainya, sehari untuk menyayanginya, tapi sepanjang hidup untuk melupakannya.
DATE TO REMEMBER
Odd To My Family
10 October 1948
Sungai Pinang, Tumpat, Kelantan
25 November 1953
Kampung Laut, Tumpat, Kelantan
Moms with her girls
AbaDie
14 October 1975
Kg Sungai Layang, Rembau, Negeri Sembilan
AbaWie
07 December 1976 Melaka
Kak Atiey
20 November 1978 Melaka
Kak Uniey
09 December 1979 Kg Sungai Layang, Rembau, Negeri Sembilan
De
19 April 1981
Kepong, Kuala Lumpur
ME
14 June 1982
Kepong, Kuala Lumpur
Muzz
02 April 1985
Selangor
Is
10 August 1988
Kepong, Kuala Lumpur
Ha
10 August 1988
Kepong, Kuala Lumpur
Ya
13 August 1990
Kg Pelindong, Beserah, Kuantan, Pahang
Syah
07 April 1992
Kg Pelindong, Beserah, Kuantan, Pahang
Adieq
25 October 1994
Kepong, Kuala Lumpur
Wan Muhammad Iskandar Firdaus
06 March 2003
Wan Muhammad Luqman Hadzim
04 May 2004
Wan Fatin Balqis Idzati
06 November 2005
WANITA YANG DISAYANGI
Adalah pencinta TuhanNya....
Yang mengalir cinta,takut dan harap...
Yang menguasai perjalanan penghidupanNya...
Dari waktu ke waktu....
Dari hari ke hari....
Sehingga perjalanan di antara....
Jasad dan nyawanya berakhir......
WANITA YANG DIRINDUI
Adalah perempuan yang dimata dan wajahnya....
terpancar sinar Nur Ilahi...
Lidahnya basah dengan zikrullah...
Di sudut hati kecilnya.....
Sentiasa membesarkan Allah....
WANITA YANG DICINTAI
Yang menutup auratnya....
Dari pandangan mata ajnabi...
Kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya....
Di sanjung tinggi......
Penduduk langit dan bumi....
WANITA YANG DIIMPIKAN
Adalah yang mendekatkan...
Hatinya yang telah jauh...
Kepada AR-Rahman,AR-Rahim...
Di saat orang lain dilamar kebendaan....
WANITA YANG DIKASIHI
Yang bersyukur dengan apa yang ada...
Yang bersabar pada yang tiada....
Cinta pada hidup yang sederhana....
Yang tidak bermata benda.....
WANITA YANG DISUKAI
Menjadi dian pada dirinya sendiri....
Menjadi pelita untuk putera-puterinya....
Yang bakal dilahirkan......
untuk menyambung perjuangannya di belakang hari....
 Click to join x_letronic
 Click to join degreebmi_unikl
Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : "Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, iaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meredhai kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umrah....
"Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda :
"Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.
Membacalah selawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredhai kamu.
Dan,
perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
MEET A TRUE BESTFRIEND
1. Jika engkau berbuat bakti kepadanya, ia akan melindungimu
2. Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas baik persahabatanmu itu
3. Jika engkau perlukan pertolongan daripadanya berupa wang dan sebagainya ia akan membantumu
4. Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, ia akan menerima dengan baik
5. Jika ia mendapat sesuatu bantuan daripadamu, ia akan menghargai atau menyebut kebaikanmu
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik daripadamu, ia akan menutupnya
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan daripadanya, ia akan mengusahakannya
8. Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), ia akan menanyakan kesusahanmu
9. Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, ia akan meringankan kesusahanmu(membuat sesuatu untuk menghilangkan kesusahan itu)
10. Jika engkau berkata kepadanya, nescaya ia akan membenarkanmu
11. Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya ia akan membantumu
12. Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya ia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan
Jika kamu merasa lemah, itu adalah satu bentuk pengakuan yang jujur.
Yang demikian adalah karena kita adalah makhluk yang lemah. Hanya Allah
SWT sahaja yang Maha Kuat dan yang berhak memberi kekuatan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Tanpa usaha, kejayaan tidak akan datang dengan sendirinya. Menyampai
ulangkan kebaikan-kebaikan yang kita dengar atau yang kita baca dari ta'alim, bayan dan mudzakarah adalah usaha yang dapat menumbuhkan keyakinan kita. Dan kejayaan akan timbul dalam hati apabila kita memaksimakan penggunaan mata, telinga, lisan dan fikiran kita untuk maksud itu.
" Kenapa manusia menyerahkan kehidupannya untuk ditentukan oleh orang lain
sedangkan dia mampu berdoa kepada Tuhannya dan tiada siapa yang boleh menghalangnya berdoa?"
"Kemenangan bermula dari dalam diri."
"Manusia mampu mengemukakan 1000 alasan mengapa mereka gagal tetapi mereka
sebenarnya hanya perlukan satu sebab yang kukuh untuk berjaya."
"Manusia gagal bukan kerana kebodohan, tetapi mereka gagal kerana melakukan
perkara yang bodoh."
"Bahagia seseorang manusia tidak terletak pada penilaian orang lain, duka
seseorang manusia tak sama dirasai orang lain, tetapi bahagia yang hakiki adalah ketaqwaan yang
semua manusia patut miliki."
"Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu bahawa hidup ini bukan sekadar
untuk ketawa dan adakalanya kita perlu ketawa agar kita tahu menilai mahalnya setitis air mata."

Sabda Rasullullah;
"Pesan memesanlah kamu tentang berbuat baik terhadap perempuan, kerana sesunggahnya perempuan ini dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok.
Sekiranya engkau cuba membetulkannya, ia akan patah, dan sekiranya engkau membiarkannya, ia akan terus bengkok"
|
| Bosan Dengan Kehidupan Ini? |
| 04.26.05 (3:25 pm) [edit] |
Seorang pemuda datang mengunjungi gurunya lalu mengatakan, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumahtangga saya porak peranda. Usaha saya tak menjadi. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."
Guru dengan tersenyum berkata, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sihat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Guru meneruskan,
"Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergik Hidup'. Ya, kamualergik terhadap kehidupan."
Banyak sekali di antara kita yang alergik terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disedari kita melakukan perkara yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit.
Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang surutnya. Dalam perkara berumahtangga, pertengkaran-pertengkaran kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu selamanya, tidak abadi. Apa kah yang selamanya, yang abadi dalam hidup ini?
Kita tidak menyedari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
"Penyakitmu itu dapat disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." demikian ujar pak guru.
"Tidak guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." pemuda itu menolak tawaran pak guru.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."
"Baik, besok petang kamu akan mati. Ambillah botol obat ini.
Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi di minum esok jam enam petang dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang."
Giliran dia menjadi bingung. Setiap guru yang dia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, kerana dia memang sudah betul-betul jenuh, dia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, dia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh guru tadi. Dan, dia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Begitu rileks, begitu tenang! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan dia akan mati. Dia akan bebas dari segala macam masalah. Malam itu, dia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di sebuah restoran. Sesuatu yang sudah tidak pernah dia lakukan sejak beberapa tahun kebelakangan ini.
Oleh kerana ini adalah malam terakhir, dia ingin meninggalkan sebuahkenangan manis. Sambil makan, dia bersenda gurau. Suasananya amat mendamaikan! Sebelum tidur, dia mengucup bibir isterinya dan membisik di telinganya,
"Sayang, aku mencintaimu." Kerana malam ini adalah malam terakhir, dia ingin meninggalkan sebuah kenangan manis!
Esoknya; bangun tidur dia membuka jendela bilik dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan dia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, dia menemukan isterinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, dia masuk ke dapur dan membuat 2 cawan kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk isterinya. Kerana pagi itu adalah pagi terakhir, dia ingin meninggalkan kenangan sebuah manis!
Isterinya yang merasakan sesuatu kelainan, berkata dalam hati
"Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang."
Di pejabat, dia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiaporang. Pekerjanya menjadi bingung,
"Hari ini, Boss kita ganjil ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Kerana siang itu adalah siang terakhir, dia ingin meninggalkan sebuahkenangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Dia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeza. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Dia mula menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 petang, dia menemukan isteri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justeru isteri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata,
"Abang, sekali lagi saya minta maaf, kalau selama ini saya selalu menyusahkan abang."
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan,
"Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stress kerana perilaku kami."
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Dia membatalkan niatnya untuk membunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah dia minum, petang semalam?
Dia pergi bertemu dengan gurunya lagi.
Apabila melihat raut wajah pemuda itu, rupanya guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi,
"Buang sahaja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesedaran bahawa maut dapat menjemputmu bila-bila sahaja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahsia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan."
Dia mengucapkan terima kasih dan bersalaman dengan guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, dia masih mengalir terus. Dia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, dia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!
Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugerah untuk dinikmati.
|
|
|
| |
posted by: jay (reply)
post date: 05.01.06 (4:10 am)
nice story. make me verry happy.
|
Hi there, it's me..Ruha
I'm starting wrote when i was 13, but be brave when i'm in form 3. My first 'cerpen' published on Berita Harian in year 1997 - BUKAN KEMAHUAN FIKIRAN.
Till then i've wrote so many story and was published in various magazines such as DEWAN SISWA, MINGGUAN WANITA, URTV, BERITA HARIAN and so on.
The best part for being a writer is, i was invited for be an 'anak angkat Dewan Bahasa & Pustaka in 1999'. That is called MINGGU PENULIS REMAJA.
So, enjoy your reading, fren!
online
|